Jangan Salah Pilih Sahabat
Pernahkah anda punya sahabat yang begitu anda percaya dan kagumi? Lalu tiba-tiba anda tahu siapa dia sebenarnya, dan ternyata anda salah menilainya. Apa yang seharusnya anda lakukan sebagai muslimah? Karena hati, mata, dan telinga kita telah dibukakan oleh Allah, ucapkan Alhamdulillah. Selanjutnya ya intropeksi diri, dan berprasangka baik pada Allah dan pada hambanya. Kalau dia tidak ngegosip tentang kita, sebagian dosa kita belum terampuni, kita tidak tahu bahwa selama ini kita salah, kita tidak tahu keikhlasan dia, kita tidak tahu apa arti persahabatan untuk dia, oh ternyata kepribadiannya ya seperti itu. Jangan membencinya, tapi doakan dia agar diampuni dan diberi hidayah oleh Allah.
Dalam intropeksi diri, tidak ada salahnya kalau kita juga mengurai lebih dalam lagi, apa ya yang melatar belakangi dia bisa seperti itu? Kondisinya lagi labil atau tidak bisa menahan diri untuk tidak bergosip, atau memang orangnya seperti itu penuh dengan basi-basi dan keikhlasannya hanya Allah yang tahu. Kita tidak bisa menghakimi dia. Dan yang terpenting kita harus bisa mengambil pelajaran dari kejadian itu.
Langkah selanjutmya ya berhati-hati. Karena apa yang kita anggap baik, sopan, menghargai orang lain, dan kita sudah menempatkan diri secara Islami kadang masih kurang pas di mata orang lain. Dan masih ada celah untuk dijadikan bahan gossip. Istilah kata, sudah memposisikan diri agar selalu berbuat baik, koq ya masih tidak pas. Dan itu memang biasa. Maka kalau ada ungkapan “Mulutmu Harimaumu” banyak benernya.
Satu hal yang sulit kita lakukan adalah tetap menjalin silahturahmi walau secara jelas kita sudah dizolimi. Mungkin dia tidak merasa dan menganggapnya biasa, dan hanya sebagai guyonan dalam suatu pertemuan dari pada tidak ada yang dibahas. Padahal pertemuan itu diawali dengan pengajian, menyantuni anak yatim, tapi kalau ujung-ujungnya ngegosip alangkah mubazirnya pertemuan itu.
Kesimpulannya, amat sulit mencari sahabat sejati. Tidak semua sahabat sama misi dan Visinya dengan kita, ada yang cuma cari wah tapi dalam nya wow. Tapi selama kita berpegang pada Al Quran dan Al Hadist yang selalu kita jadikan petunjuk, insyaAllah kita selalu bersyukur dengan apa yang kita dapatkan. Enak, tidak enak harus kita terima dan pandai-pandai memaknainya.
Ska, 21 Januari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar